Berita PendidikanSains

MGMP Kimia MA Jawa Tengah Gelar Workshop Hilirisasi Portable Sensor Gas untuk Mendukung Pembelajaran SDGs dan Implementasi KBC

Semarang — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Madrasah Aliyah (MA) Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan pengembangan profesional yang relevan dengan perkembangan sains, teknologi, dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Salah satu agenda yang disiapkan adalah Workshop “Hilirisasi Portable Sensor Gas untuk Mengukur Kualitas Kopi dan Rempah Lokal”, yang dilaksanakan melalui program kerja sama MGMP Kimia MA Provinsi Jawa Tengah dengan Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 08.00–14.00 WIB, bertempat di Laboratorium Lubric Kimia FMIPA UNNES, dengan pemateri Prof. Dr. Sudarmin, M.Si. Workshop ini menjadi bagian dari upaya MGMP Kimia MA Jawa Tengah dalam mengembangkan kapasitas guru, khususnya dalam pemanfaatan sains dan teknologi untuk mendukung pembelajaran kimia yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik.

Insert : Prof. Dr. Sudarmin, M.Si (UNNES) selalu pemateri workshop

Program workshop ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara MGMP Kimia MA Provinsi Jawa Tengah dan Program Studi Pendidikan Kimia UNNES. Kerja sama tersebut diarahkan pada hilirisasi hasil penelitian serta peningkatan kompetensi guru dalam bidang sains dan teknologi. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berorientasi pada penguatan pengetahuan teoretis, tetapi juga memperkenalkan penerapan teknologi hasil penelitian yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber belajar dan pengalaman pembelajaran di madrasah.

Tema workshop, yaitu “Hilirisasi Portable Sensor Gas untuk Mengukur Kualitas Kopi dan Rempah Lokal”, memiliki relevansi yang kuat dengan pembelajaran kimia. Kopi dan rempah merupakan komoditas yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia sekaligus memiliki karakteristik kimia yang menarik untuk dikaji. Melalui teknologi portable sensor gas, kualitas suatu bahan dapat dikaji berdasarkan karakteristik gas atau senyawa volatil yang dihasilkan. Teknologi semacam ini membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran kimia yang tidak berhenti pada konsep dan persamaan di dalam buku, tetapi menghubungkan konsep tersebut dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar.

Pendekatan tersebut juga sejalan dengan semangat hilirisasi hasil penelitian. Hasil riset tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan akademik, tetapi diarahkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk dalam dunia pendidikan. Guru memiliki posisi strategis untuk menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan pembelajaran di kelas.

Selain memperkuat kompetensi guru dalam bidang sains dan teknologi, workshop ini juga memiliki dampak pengiring (nurturant effect) berupa dukungan terhadap Ekstrakurikuler Sains dan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pembelajaran kimia di Madrasah Aliyah. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan dirancang tidak semata-mata untuk penguasaan alat atau teknologi, tetapi juga untuk memperluas pemanfaatannya dalam ekosistem pendidikan madrasah.

Pengintegrasian SDGs dalam pembelajaran kimia menjadi semakin penting karena pendidikan sains memiliki peran dalam membangun kesadaran peserta didik terhadap berbagai persoalan keberlanjutan. Konteks kopi dan rempah lokal, misalnya, dapat menjadi pintu masuk untuk membahas kualitas produk, pemanfaatan sumber daya lokal, inovasi teknologi, serta keterkaitan antara sains, masyarakat, dan lingkungan.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah (Dr. Amin Handoyo, L.C., M.Ag). Kegiatan lintas sektroral yang bersifat akademis tersebut akan berdampak langsung dalam meningkatkan kompetensi profesional dikalangan guru dan mendukung upaya pemerintah dalam implementasi kurikulum nasional melalui pendekatan pembelajaran mendalam dan insersi kurikulum berbasis cinta (KBC).

(Bidang Humas MGMP Kimia MA Provinsi Jawa Tengah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *