{"id":290,"date":"2026-06-22T08:37:25","date_gmt":"2026-06-22T08:37:25","guid":{"rendered":"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/?p=290"},"modified":"2026-06-22T09:41:29","modified_gmt":"2026-06-22T09:41:29","slug":"panduan-persiapan-guru-kimia-madrasah-aliyah-memasuki-tahun-pembelajaran-2026-2027","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/panduan-persiapan-guru-kimia-madrasah-aliyah-memasuki-tahun-pembelajaran-2026-2027\/","title":{"rendered":"Panduan: Persiapan Guru Kimia Madrasah Aliyah Memasuki Tahun Pembelajaran Baru 2026\/2027"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasuki tahun pembelajaran baru 2026\/2027, guru Kimia Madrasah Aliyah (MA) perlu menyiapkan diri secara lebih sistematis. Persiapan tidak cukup hanya membuat perangkat ajar. Guru juga perlu memahami arah kebijakan kurikulum madrasah, perubahan regulasi pendidikan, asesmen, kegiatan laboratorium, pembelajaran berbasis karakter, serta kebutuhan administrasi kelas. Hal ini penting karena pembelajaran Kimia di MA tidak hanya menargetkan penguasaan konsep, tetapi juga membangun cara berpikir ilmiah, keterampilan proses, akhlak, kepedulian lingkungan, dan kesadaran religius peserta didik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi guru Kimia perlu dipahami sebagai momentum penataan ulang perangkat pembelajaran. Guru perlu memastikan bahwa dokumen yang disusun sesuai dengan Kurikulum Merdeka pada madrasah, KMA terbaru, dan pedoman pembelajaran serta asesmen yang berlaku. Kelas X berada pada Fase E, sedangkan kelas XI dan XII berada pada Fase F. Karena itu, guru harus membedakan capaian, tujuan pembelajaran, materi, kegiatan praktikum, dan bentuk asesmen untuk setiap fase.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Memahami regulasi kurikulum madrasah terbaru<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah pertama yang harus dilakukan guru Kimia adalah membaca kembali regulasi kurikulum madrasah. KMA Nomor 450 Tahun 2024 menjadi dasar implementasi kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK. Setelah itu, KMA Nomor 1503 Tahun 2025 hadir sebagai perubahan atas KMA 450 Tahun 2024. Regulasi ini memperkuat implementasi kurikulum madrasah dengan penekanan pada Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi guru Kimia, dua istilah ini tidak boleh hanya menjadi slogan. Pembelajaran Mendalam perlu diterjemahkan dalam kegiatan belajar yang membuat peserta didik memahami konsep secara utuh, menghubungkan teori dengan fenomena nyata, dan menggunakan penalaran ilmiah. Sementara itu, Kurikulum Berbasis Cinta perlu diwujudkan melalui pembelajaran yang menumbuhkan cinta kepada Allah, sesama, ilmu pengetahuan, lingkungan, dan bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks Kimia, guru dapat menghubungkan materi struktur atom, ikatan kimia, stoikiometri, larutan, elektrokimia, dan kimia organik dengan nilai keteraturan ciptaan Allah, tanggung jawab ekologis, kejujuran dalam kerja laboratorium, serta manfaat ilmu bagi kehidupan. Dengan cara ini, pembelajaran Kimia tidak berhenti pada rumus dan perhitungan, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter ilmiah dan religius.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Menyiapkan dokumen perencanaan pembelajaran<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokumen utama yang harus disiapkan guru adalah Capaian Pembelajaran, analisis CP, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Program Tahunan, Program Semester, modul ajar, bahan ajar, LKPD, media pembelajaran, dan daftar sumber belajar. Dokumen ini perlu dibuat terpisah untuk kelas X, XI, dan XII.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk kelas X atau Fase E, materi Kimia perlu diarahkan pada penguatan dasar. Guru dapat menekankan keterampilan mengamati fenomena, menjelaskan konsep Kimia dalam kehidupan sehari-hari, mengenalkan hukum dasar Kimia, struktur atom, reaksi kimia, serta isu lingkungan seperti pemanasan global dan pengelolaan limbah. Kelas X harus menjadi fondasi agar peserta didik siap belajar Kimia yang lebih kompleks di Fase F.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk kelas XI dan XII atau Fase F, guru perlu menyusun ATP yang lebih mendalam. Materi dapat meliputi perhitungan Kimia, struktur dan sifat senyawa, laju reaksi, kesetimbangan, asam basa, termokimia, elektrokimia, dan kimia organik. Pada fase ini, guru harus memberi ruang lebih besar pada pemecahan masalah, investigasi laboratorium, analisis data, proyek kontekstual, dan kemampuan menjelaskan fenomena secara ilmiah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Modul ajar sebaiknya tidak dibuat terlalu panjang, tetapi harus lengkap. Setiap modul minimal memuat identitas, tujuan pembelajaran, profil peserta didik, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, langkah pembelajaran, asesmen, media, sumber belajar, LKPD, rubrik, dan tindak lanjut. Modul juga perlu menunjukkan diferensiasi. Peserta didik dengan kemampuan awal rendah dapat diberi penguatan konsep dasar, sedangkan peserta didik yang lebih siap dapat diberi tugas analisis, proyek, atau soal penalaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/sample-page\/rencana-pembelajaran-fase-f\/\">Link contoh dokumen Rencana Pembelajaran Kimia Fase F 2026\/2027<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Menyusun asesmen yang valid dan berkelanjutan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahun pembelajaran baru, guru Kimia perlu menyiapkan asesmen sejak awal. Asesmen tidak hanya dilakukan pada akhir bab. Guru harus menyiapkan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Asesmen diagnostik dilakukan pada awal semester atau awal materi. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik. Untuk kelas X, asesmen diagnostik dapat memeriksa pemahaman IPA SMP, pengukuran, perubahan zat, konsep partikel, dan kemampuan berhitung dasar. Untuk kelas XI dan XII, asesmen dapat memeriksa penguasaan konsep prasyarat seperti mol, persamaan reaksi, larutan, dan ikatan kimia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Asesmen formatif dilakukan selama pembelajaran. Bentuknya dapat berupa kuis singkat, pertanyaan lisan, exit ticket, LKPD, diskusi kelompok, laporan mini, atau analisis data praktikum. Asesmen ini membantu guru mengetahui bagian materi yang sudah dipahami dan bagian yang perlu diulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Asesmen sumatif dilakukan pada akhir lingkup materi, tengah semester, atau akhir semester. Guru perlu menyiapkan kisi-kisi, soal, kunci jawaban, pedoman penskoran, rubrik, dan analisis hasil. Dalam Kurikulum Merdeka, guru perlu menggunakan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran atau KKTP. KKTP lebih tepat digunakan daripada KKM jika madrasah sudah menerapkan Kurikulum Merdeka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Khusus kelas XII, guru juga perlu memperhatikan Tes Kemampuan Akademik atau TKA. TKA tidak boleh membuat pembelajaran hanya mengejar latihan soal. Namun, guru dapat menggunakan kisi-kisi dan kerangka asesmen sebagai bahan refleksi untuk memperkuat literasi sains, penalaran, pemahaman konsep, dan kemampuan menyelesaikan soal kontekstual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Menyiapkan program praktikum Kimia<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kimia tidak dapat dipisahkan dari laboratorium. Karena itu, guru harus menyiapkan dokumen praktikum sejak awal tahun. Dokumen yang perlu disiapkan meliputi program kerja praktikum, jadwal praktikum, tata tertib laboratorium, SOP penggunaan alat dan bahan, daftar alat, daftar bahan kimia, lembar keselamatan kerja, format laporan praktikum, rubrik penilaian, jurnal penggunaan laboratorium, dan berita acara kerusakan alat. Bagi madrasah yang terkendala dengan sarana laboratotium, dapat melakukan simulasi atau praktikum sederhana dengan bahan non-laborat. <a href=\"https:\/\/phet.colorado.edu\/en\/simulations\/filter?subjects=chemistry&amp;type=html\">link simulasi praktikum dan media pembelajaran kimia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Praktikum tidak harus selalu rumit. Untuk kelas X, guru dapat merancang praktikum sederhana tentang perubahan fisika dan kimia, reaksi kimia, indikator asam basa alami, pemisahan campuran, atau pengamatan fenomena lingkungan. Untuk kelas XI, praktikum dapat diarahkan pada stoikiometri, larutan, laju reaksi, kesetimbangan, dan asam basa. Untuk kelas XII, praktikum dapat dikaitkan dengan elektrokimia, korosi, senyawa karbon, polimer, atau uji sederhana bahan makanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keselamatan kerja harus menjadi prioritas. Guru perlu memastikan peserta didik memahami penggunaan jas laboratorium, kacamata pelindung, sarung tangan, label bahan kimia, pembuangan limbah, dan prosedur darurat. Nilai penting yang perlu ditanamkan adalah teliti, jujur, hati-hati, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan orang lain. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Mengintegrasikan P5RA dan Kurikulum Berbasis Cinta<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Guru Kimia MA juga perlu menyiapkan pemetaan P5RA dan Kurikulum Berbasis Cinta. Integrasi ini dapat dilakukan dalam pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, maupun proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh tema yang relevan untuk Kimia adalah pengolahan limbah rumah tangga, pembuatan sabun ramah lingkungan, uji kualitas air sederhana, pemanfaatan bahan alam sebagai indikator asam basa, edukasi bahaya bahan kimia rumah tangga, dan kampanye pengurangan plastik. Kegiatan ini dapat menguatkan nilai gotong royong, bernalar kritis, kreatif, peduli lingkungan, dan rahmatan lil alamin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kurikulum Berbasis Cinta dapat dimasukkan melalui narasi pembelajaran yang humanis. Misalnya, saat membahas pencemaran air, guru tidak hanya menjelaskan zat pencemar, tetapi juga mengajak peserta didik memikirkan dampaknya bagi kesehatan, ibadah, masyarakat, dan makhluk hidup. Saat membahas energi, guru dapat mengajak peserta didik memahami pentingnya hemat energi dan tanggung jawab terhadap bumi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Menyiapkan administrasi harian guru<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain perangkat pembelajaran, guru perlu menyiapkan dokumen administrasi harian. Dokumen ini meliputi daftar hadir siswa, jurnal mengajar, agenda harian, catatan perkembangan peserta didik, daftar nilai, rekap tugas, catatan remedial, catatan pengayaan, dokumentasi pembelajaran, dan bukti supervisi akademik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Guru juga perlu menyiapkan rencana komunikasi dengan wali kelas, guru BK, kepala laboratorium, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, dan orang tua. Komunikasi ini penting jika terdapat peserta didik yang sering tidak hadir, mengalami kesulitan belajar, kurang disiplin, atau menunjukkan potensi akademik tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada awal tahun, guru sebaiknya membuat peta kebutuhan belajar siswa. Data dapat diambil dari nilai sebelumnya, hasil diagnostik, minat belajar, gaya belajar, dan kesiapan mengikuti praktikum. Data ini membantu guru menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Menguatkan literasi digital dan etika penggunaan AI<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahun pembelajaran 2026\/2027 juga menuntut guru lebih siap menghadapi pembelajaran digital. Guru Kimia dapat menggunakan simulasi virtual, video eksperimen, bank soal digital, aplikasi kuis, platform pembelajaran, dan sumber belajar daring. Namun, guru perlu tetap menjaga prinsip ilmiah dan etika akademik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika peserta didik menggunakan kecerdasan artifisial, guru perlu memberi batasan yang jelas. AI dapat digunakan untuk mencari ide, membuat rangkuman awal, atau membantu memahami istilah. Namun, peserta didik tetap harus menulis laporan dengan pemahaman sendiri, mencantumkan sumber, dan tidak menyalin jawaban tanpa verifikasi. Dalam pelajaran Kimia, ketelitian data, kejujuran laporan, dan validitas sumber harus menjadi bagian dari penilaian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persiapan guru Kimia MA memasuki tahun pembelajaran 2026\/2027 harus dilakukan secara lengkap, terarah, dan berbasis regulasi. Guru perlu menyiapkan dokumen kurikulum, perangkat pembelajaran, asesmen, program praktikum, administrasi harian, integrasi P5RA, Kurikulum Berbasis Cinta, serta strategi pembelajaran digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kunci utamanya adalah kesesuaian antara regulasi, kebutuhan peserta didik, karakter madrasah, dan karakteristik ilmu Kimia. Guru Kimia tidak hanya bertugas menyampaikan konsep, tetapi juga membimbing peserta didik berpikir ilmiah, bekerja aman, bersikap jujur, mencintai lingkungan, dan melihat ilmu sebagai jalan untuk memberi manfaat. Dengan persiapan yang baik, pembelajaran Kimia di Madrasah Aliyah dapat menjadi lebih bermakna, mendalam, religius, dan relevan dengan tantangan zaman.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tautan regulasi dan rujukan resmi<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><a href=\"https:\/\/mapendakuningan.wordpress.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pedoman-implementasi-kurikulum-pd-ra-mi-mts-ma-dan-mak.pdf\">KMA Nomor 450 Tahun 2024<\/a><\/strong> tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK, diluncurkan Kemenag sebagai pedoman implementasi kurikulum madrasah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><a href=\"https:\/\/sulteng.kemenag.go.id\/files\/show\/20251020162801surat-penyampaian-kma-kurikulum-2025%2Blampiran_compressed-tzR.pdf\">KMA Nomor 1503 Tahun 2025<\/a><\/strong> sebagai perubahan atas KMA 450 Tahun 2024, terkait penguatan implementasi kurikulum madrasah, Pembelajaran Mendalam, dan Kurikulum Berbasis Cinta.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><a href=\"https:\/\/cdn.kemenag.go.id\/storage\/archives\/panduan-kurikulum-berbasis-cinta.pdf\">Panduan Kurikulum Berbasis Cinta<\/a><\/strong> Kementerian Agama.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><a href=\"https:\/\/sman8bpp.sch.id\/data_berita\/Permendikdasmen_No_13_Tahun_2025_SMA.pdf\">Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025<\/a><\/strong> tentang Perubahan atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><a href=\"https:\/\/kurikulum.kemendikdasmen.go.id\/file\/1768297742_manage_file.pdf\">Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026<\/a><\/strong> tentang Standar Proses. Regulasi ini mencabut Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><a href=\"https:\/\/pusmendik.kemendikdasmen.go.id\/pdf\/file-174\">Permendikdasmen Nomor 95\/M\/2025<\/a><\/strong> tentang Tes Kemampuan Akademik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1zhMgjuTjUnMQvoRiGWS8BXF9yOl53FqN\/view?usp=sharing\">Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026<\/a><\/strong> tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1uVm_0m8uCxBjE1LFacGcmHRQEoDABImF\/view?usp=sharing\"><strong>Buku Panduan Pembelajaran Kimia Fase E<\/strong><\/a> SMA\/MA Tahun Pembelajaran 2026\/2027<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1Fpk273qnTrk-2rnlMJCmOvRi9gtIIvX-\/view?usp=sharing\"><strong>Buku Panduan Pembelajaran Kimia Fase F<\/strong><\/a> SMA\/MA Tahun Pembelajaran 2026\/2027<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>(Divisi Humas MGMP Kimia MA Provinsi Jawa Tengah)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memasuki tahun pembelajaran baru 2026\/2027, guru Kimia Madrasah Aliyah (MA) perlu menyiapkan diri secara lebih sistematis. Persiapan tidak cukup hanya<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":301,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[12,11],"tags":[19,18,17,16],"class_list":["post-290","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pendidikan","category-regulasi","tag-download-modul-pembelajaran-2026-2027","tag-download-regulasi-pendidikan-2026-2027","tag-perangkat-mengajar-tahun-2026-2027","tag-rencana-pembelajaran-tahun-2026-2027"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=290"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":304,"href":"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290\/revisions\/304"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/media\/301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kimia-majateng.online\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}